Kamis, 03 November 2011

definisi kewirausahaan menurut para ahli

Setiap hari dalam kegiatan bisnis kita melakukan usaha/ melakukan kegiatan entrepreneurship untuk mendapatkan keuntungan tentunya. Tapi sebelumnya tentu kita ingin tahu apa sih artinya entrepreneurship kan ?!
Apa sih definisi Entrepreneurship ? Silahkan baca definisinya menurut berbagai ahli.
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu nilai yang berbeda dengan mencurahkan waktu dan upaya yang diperlukan, memikul risiko-risiko finansial, psikis dan sosial yang menyertai, serta menerima penghargaan /imbalan moneter dan kepuasan pribadi.
Menurut Para Ahli :
Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .

Thomas W Zimmerer

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).
Robbin & Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.
Dari definisi tentang Entrepreneurship diatas terdapat 3 tema penting yang dapat di identifikasi:
1. the pursue  of opportunities ,
2. innovation,
3. growth.
Penjelasannya :
1. pursuit  of opportunities , (entrepreneurship adalah berkenaan dengan mengejar kecenderungan dan perubahan-perubahan lingkungan yang orang lain tidak melihat dan memperhatikannya).
2. innovation, (entrepreneurship mencakup perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru…. Yaitu produk baru atau cara baru dalam melakukan bisnis).
3. growth (Pasca entrepreneur mengejar pertumbuhan, mereka tidak puas dengan tetap kecil atau tetap dengan ukuran yang sama. Entrepreneur menginginkan bisnisnya tumbuh dan bekerja keras untuk meraih pertumbuhan  sambil secara berkelanjutan mencari kecenderungan dan terus melakukan innovasi produk dan pendekatan baru .
Istilah kewirausahaan pada dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya, maka definisi:
“Entrepreneurship is the result of a disiplined, systimatic process of applying creativity and innovations to satisfy need and opportunities of the marketplace“.

peran pendidikan dalam proses wirausaha

Peran Pendidikan dalam Proses Pembentukan Wirausaha
* Pendidikan sangatlah penting bagi keberhasilan wirausaha. Kegagalan pertama dari seorang wirausaha adalah karena ia lebih mengandalkan pengalaman daripada pendidikan, kegagalan kedua adalah jika seorang wirausaha hanya bermodalkan pendidikan tapi miskin pengalaman lapangan, perpaduan antara pendidikan dan pengalaman adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan wirausaha (Churchill,1987)

proses terbentuknya UKM

PROSES TERBENTUKNYA WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN SERTA USAHA KECIL-MENENGAH
Pendahuluan
Perbedaan penekanan tentang studi mengenai kewirausahaan :
* Dalam teori ekonomi, ditekankan pada identifikasi peluang yang terdapat pada pasar serta membahas fungsi inovasi dalam menciptakan kombinasi sumber daya ekonomis sehingga mempengaruhi ekonomi agregat
* Dalam ilmu psikologi, ditekankan untuk meneliti karakteristik kepribadian wirausaha
* Dalam ilmu sosiologi, ditekankan pada pengaruh dari lingkungan sosial dan kebudayaan dalam pembentukan masyarakat wirausaha.
Teori Life Path Change
Menurut Shapero dan Sokol (1982) dalam Sundjaja (1990) penyebab wirausaha terbentuk tidak melalui proses yang direncanakan yaitu karena :
* Negative displacement
* Being between things
* Having positive pull
Teori Goal Directed Behaviour
* Menurut Wolman (1973), seseorang dapat saja menjadi wirausaha karena termotivasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Teori Pengambilan Keputusan
* Pengambilan keputusan adalah perpaduan dari kegiatan berpikir, memilih dan bertindak (Moore,1964)
* Pengambilan keputusan adalah suatu proses berpikir dan bertindak yang bermuara pada pemilihan prilaku tertentu sesuai dengan keputusan yang diambil (MacCrimmon,1976 dalam Djoealin 1980)
* Seseorang dapat menjadi wirausaha tanpa harus memiliki faktor keturunan, selama dia rajin dan tekun mendalami keputusannya (Sukardi,1991)
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan :
* Faktor yang berasal dari situasi lingkungan keputusan itu sendiri
* Faktor yang berasal dari dalam diri si pengambil keputusan.
Faktor yang berasal dari situasi lingkungan keputusan itu sendiri
Ada tiga kondisi lingkungan keputusan berstruktur buruk yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan :
* Lingkungan keputusan yang tidak pasti
* Lingkungan keputusan yang kompleks
* Lingkungan keputusan yang merupakan situasi konflik
Faktor yang berasal dari dalam diri si pengambil keputusan
Menurut Taylor & Dunnete (1976), ada empat atribut psikologis yang mempengaruhi strategi keputusan :
* Kemampuan perseptual
* Kapasitas informasi
* Kecenderungan untuk mengambil resiko
* Tingkat aspirasi.
Teori Outcome-Expectancy
* Outcome Expectancy bukan suatu perilaku tetapi keyakinan tentang konsekuensi yang diterima setelah seseorang melakukan suatu tindakan tertentu (Bandura,1986)
Jenis Outcome Expectancy menurut Bandura
* Insentif Primer
* Insentif Sensoris
* Insentif Sosial
* Insentif yang berupa token ekonomi
* Insentif yang berupa aktivitas
* Insentif status dan pengaruh
* Insentif berupa terpenuhinya standar internal
Tujuan Proses Pembentukan Wirausaha
Ada empat model tahapan pembentukan yaitu :
* Deficit equilibrium
* Pengambilan keputusan menjadi wirausaha
* Goal Directed Behavior
* Pencapaian tujuan
* Insentif token ekonomi
* Insentif aktivitas
* Insentif sosial, status dan pengaruh
* Insentif terpenuhinya standar internal

resiko dalam berwirausaha

Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi
Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:
  • Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing
  • Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya
  • Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru
Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.

Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.
Wirausahawan adalah seseorang  yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:
  • Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)
  • Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)
  • Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)
  • Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)
  • Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya
Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
  • Menghasilkan produk atau jasa baru
  • Menghasilkan nilai tambah baru
  • Merintis usaha baru
  • Melakukan proses/teknik baru
  • Mengembangkan organisasi baru

peluang dalam berwirausaha

Sumber-sumber Potensial Peluang

Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda
Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.
Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:
  • Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
  • Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa
Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:
  • Analisis demografi pasar
  • Analisis serta tingkah laku pesaing
  • Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang
Mengamati Pintu Peluang
Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:
  • Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru
  • Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru
  • Dukungan keuangan
  • Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar
Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.
Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):
  • Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat
  • Kerugian teknik harus rendah
  • Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya
  • Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih
  • Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya
  • Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan produk barunya

ide dalam berwirausaha

Ide Kewirausahaan

Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:
  • Inovasi
Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.
  • Mengubah tantangan menjadi peluang
Menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:
  • Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
  • Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
  • Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:
  • Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
  • Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
  • Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik
Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:
  • Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Pengertian kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah peluang, penciptaan dan pengelolaan usaha. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon (1755) dan dipopulerkan oleh J.B. Say (1803) untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ketingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi.

Menurut Joseph C. Shumpeter (pakar ekonomi modern) bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wiraswasta berarti orang yang memiliki sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkan untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat dan lingkungannya. Kreatif bila ia mampu menciptakan sesuatu yang baru atau mengadakan sesuatu yang belum ada. Inovatif bila ciptaannya itu memiliki cirri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh ciptaan orang lain.

Menurut McClelland, dkk, wirausaha dalah orang-orang yang memiliki dorongan berprestasi yang sangat kuat. Hal ini dapat dilihat pada:
1. Kebutuhan berprestasi
2. Rasa tanggung jawab yang tinggi
3. Memiliki resiko yang moderat
4. Adanya persepsi terhadap keyakinan untuk sukses
5. Menerapkan umpan balik sebagai dorongan
6. Energik
7. Orientasi masa depan
8. Keahlian dalam organisasi
9. Orientasi uang sebagai simbol keberhasilan